Stories - 06 October 2023

Rekor Terbaik dan Terburuk Indonesia di Asian Games 2023

Sejumlah atlet Indonesia berhasil mencatatkan rekor terbaik tingkat Asia dan dunia sekaligus rekor terburuk selama mengikuti gelaran Asian Games

Context.id, JAKARTA - Sejumlah rekor dunia berhasil dipecahkan saat gelaran Asian Games 2023 yang digelar di Hangzhou, China. Sejumlah atlet Indonesia dari beberapa cabang olahraga bahkan mampu mencatatkan rekor baru, bukan hanya untuk gelaran Asian Games, tapi juga rekor dunia.

Misalnya saja seperti yang dilakukan atlet panjat tebing Desak Made Rita Kusuma Dewi dan atlet angkat besi Rahmat Erwin Abdullah yang merebut meraih medali emas bagi kontingen Indonesia. Keduanya juga memecahkan rekor dalam torehan prestasi mereka.

Rahmat memecahkan rekor dunia untuk angkatan clean and jerk dan rekor Asian Games untuk total angkatan. Desak memecahkan rekor Asia dan sekaligus Asian Games pada nomor speed putri.

Desak mencetak waktu 6,364 detik, memecahkan rekor Asia atas nama Deng lijuan dengan waktu 6,47 detik yang dibuat di Villars (Swiss) pada 2 Juli 2023.

Catatan waktu Desak juga  memecahkan rekor speed putri sebelumnya yang dibuat atlet Indonesia Aries Susanti Rahayu di Asian Games 2018.

Sementara itu, Rahmat yang berlomba pada kelas 73 kilogram putra mencatat angkatan clean and jerk 201 kg dan memecahkan rekor dunia atas namanya sendiri, 200 kg, yang dibuat di Bogota, Kolombia, pada 2022.

Pada kategori total angkatan, Rahmat mengangkat 359 kg dan memecahkan rekor Asian Games atas namanya sendiri, seberat 354 kg, yang dibuat selama babak proses babak final Asian Games Hangzhou sedang berlangsung.

Rekor Terburuk

Namun, bukan hanya catatan rekor dunia yang membanggakan, terutama karena ikut menyumbang perolehan medali emas. Tapi ada juga rekor yang malah mengguratkan catatan buruk.

Ya, rekor buruk yang ditorehkan oleh tim bulu tangkis Indonesia yang gagal total di gelaran multievent Asian Games 2023 ini. Tak satu pun medali bisa dibawa pulang ke Tanah Air.

Padahal, tim bulu tangkis Indonesia membawa materi pemain-pemain terbaik, semisal ganda putra nomor satu dunia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, tunggal putra peringkat dua dunia Anthony Sinisuka Ginting, dan juara Spain Masters Gregoria Mariska Tunjung.

Tim putra Indonesia terakhir kali menjadi juara di nomor bulu tangkis beregu adalah pada Asian Games 1998 Bangkok. Sedangkan tim putri malah baru sekali meraih medali emas yakni pada Asian Games perdana, 1962.

Ini adalah kali pertama Indonesia tak mendapat sekeping medali pun dari cabor bulu tangkis dalam Asian Games. Terkhusus buat ganda putra, sejak Asian Games 1962 hingga 2018, sektor ini telah menyumbang 8 emas, 5 perak, dan 8 perunggu untuk Indonesia.

Capaian 8 emas itu jadi yang terbanyak di antara negara peserta Asian Games. Namun, jumlah itu tak bisa diperbanyak tahun ini.

Pada Asian Games 2018, Indonesia meraih emas di nomor tunggal putra atas nama Jonatan Christie dan ganda putra oleh Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Ini sama saat Olimpiade 2012 London, tim bulu tangkis benar-benar nol medali.


Penulis : Noviarizal Fernandez

Editor   : Wahyu Arifin

MORE  STORIES

Banyak Konsumsi Garam Bikin Umur Pendek?

Universitas Tulane menemukan mereka yang sering menambahkan garam ke makanan mereka memiliki tingkat 28% lebih tinggi mengenai risiko kematian dini

Context.id | 14-06-2024

Rasio Dokter Lokal Minim, Kemenkes Buka Keran Dokter Asing

Kementerian Kesehatan RI telah berencana menggunakan tenaga medis asing untuk mengisi minimnya tenaga kesehatan lokal

Context.id | 14-06-2024

Militer Israel Masuk Daftar Hitam PBB, Apa Konsekuensinya?

Daftar hitam hanya suatu bentuk hukuman mempermalukan pihak-pihak yang berkonflik dengan catatan memiliki pelanggaran berat terhadap anak-anak.

Context.id | 13-06-2024

Haji Furoda, Bagaimana Awal Kemunculannya dan Berapa Biayanya?

Keuntungan memilih kategori haji furoda ini, calon jemaah tidak perlu mengantri lama dan bertahun-tahun untuk bisa menunaikan ibadah haji

Context.id | 13-06-2024