Stories - 28 August 2023

Wawancara Penipu Telepon Scam Pencatut Telkomsel

Dia mengaku bernama Iwan, asal Sulawesi. Sebelum saya wawancarai, Iwan sukses menipu saya mengatasnamakan pihak Telkomsel

Context.id, JAKARTA - Saya menerima sebuah panggilan WhatsApp (WA) dari nomor telepon luar negeri dengan foto profil bertuliskan Telkomsel Halo pada Kamis (24/8/2023), tepatnya selepas maghrib, ketika saya sedang asyik makan malam.

Seorang pria di balik telepon itu dengan ramah mengaku sebagai perwakilan Telkomsel Halo, bermaksud memberikan bantuan pemanfaatan Telkomsel Poin saya yang masih utuh dan nyaris kedaluwarsa.

Katanya, Telkomsel Poin bisa ditukar dengan undian berhadiah, atau digunakan untuk program pelunasan limit tagihan paket data bulanan saya selama 3 bulan ke depan. Dia mengaku bisa membantu mengaktifkan program-program itu dari pusat.

Sembari menikmati nasi dan lauk ayam goreng di piring, saya benar-benar belum sadar kalau pria di balik telepon adalah penipu bermodus scam call yang mencatut nama karyawan Telkomsel.

Saya pun dengan lancarnya memilih program pelunasan tagihan, menjawab pertanyaannya soal saran dan masukan selama menggunakan aplikasi MyTelkomsel, sampai akhirnya membagikan kode one time password (OTP) via SMS yang tiba-tiba saya terima dari Telkomsel.

Kecurigaan saya mulai muncul setelah tiba-tiba ada SMS dari nomor 93230 yang berisi persetujuan pembelian konten digital dari Triyakom senilai Rp333.000. Saya pun mempertanyakan kepadanya kenapa saya membeli konten digital.

"Itu maksudnya konten digital untuk programnya, pak. Kami lihat tagihan bapak nilainya Rp150.000 sampai Rp200.000 setiap bulan, jadi Rp300.000 itu untuk limit bapak yang kami gratiskan satu bulannya. Nanti ada dua SMS yang sama lagi untuk dua bulan berikutnya," ujarnya.

Kendati mulai sadar bahwa saya terkena penipuan, saya tetap menuruti keinginannya untuk bertransaksi. Pasalnya, saya percaya diri bahwa transaksi ini akan ditolak karena limit bulanan saya hanya Rp200.000.

Ternyata, transaksi diterima.

Setelah mengecek aplikasi MyTelkomsel, tanpa sadar limit Telkomsel Halo saya ternyata sudah berubah menjadi Rp2,9 juta. Kode OTP yang saya bagikan, ternyata digunakannya untuk login MyTelkomsel dan menambah limit bulanan pada nomor ponsel saya.

Telepon pun saya tutup secara paksa.

Sambil garuk-garuk kepala, saya memberikan ucapan selamat atas keberhasilannya dengan menulis pesan singkat kepada nomor WA luar negeri tersebut, "Udah masuk duit saya? Udah belum? Terima kasih, kek," tulis saya.

Nomor itu pun kembali menelepon. Saya angkat lagi. Kemudian, kembali saya memberikan ungkapan selamat secara lisan.

Kali ini, giliran dia yang menutup telepon secara paksa.

Terdorong rasa penasaran, saya kembali mengirim beberapa pesan singkat ke nomor itu dalam rangka ingin berkenalan.

Saya ingin tahu, apakah mereka juga komplotan penipuan scam call yang menyasar layanan aplikasi lain yang punya basis limit uang, seperti provider telekomunikasi pascabayar lain, platform bayar tunda (paylater), perbankan atau dompet digital, maupun aplikasi pinjaman online (pinjol).

"Transfer saya 500 [ribu] dulu. Baru saya kasih tahu," jawabnya via pesan singkat.

Setelah hampir satu jam saling berbalas pesan, saya pun sepakat mengirim gocap sebagai uang rokok. Dia pun membalas dengan mencantumkan suatu nomor yang bisa dikirim saldo uang melalui salah satu aplikasi dompet digital.

Saya rasa kami sudah saling percaya, karena dengan nomor itu, saya jadi bisa melihat namanya yang berinisial HB. Saya transfer sesuai kesepakatan. Namun, pesan balasannya justru bikin emosi.

"Tambah lah, kakak, 50 [ribu]. Kakak aman, kita aman. Dalam akun DANA-mu kan, masih ada 111 [ribu]," ujarnya menggoda, berbekal informasi soal kebiasaan saya membayar tagihan Telkomsel Halo lewat dompet digital DANA, di mana kecukupan saldo memang terlihat ketika membuka laman pembayaran.

Kami kembali berbalas pesan singkat. Saya menyindir bahwa melanggar kesepakatan itu tidak baik, bisa bikin sial. Akhirnya, dia membalas dengan menelepon.

Ngobrol dengan Pelaku

Dia mengaku bernama Iwan, asal Sulawesi. Katanya, dia memang kenal dengan beberapa teman penipu scam call yang khusus menyasar pengguna platform-platform layanan keuangan.

Saya pun bertanya beberapa hal, misalnya soal apakah dia sudah lama beraksi sebagai penipu. Kemudian, saya juga bertanya apakah dia bekerja dalam komplotan atau beraksi secara pribadi.

"Ada teman-teman yang main ke nomor-nomor pengguna pinjol. Pakai penawaran serupa. Kalau saya khusus main di nomor pascabayar saja. Saya main sendiri, kok, kak. Iseng-iseng saja ini, kak," ujarnya.

Iwan mengaku sudah lebih dari setahun belakangan melakukan aksi scam call berbekal nomor-nomor cantik dari luar negeri.

Dalam sehari, Iwan biasa menghubungi 100 orang, dengan kemungkinan korban yang termakan rayuannya berkisar 1-2 orang saja.

Tentu, ada beberapa jawaban Iwan yang terbilang kontradiktif. Misalnya, soal klaim melakukan aksi secara pribadi secara iseng, namun mengaku kenal dengan teman-teman penipu lain, atau kegigihannya terus meyakinkan saya bahwa nama Iwan merupakan nama asli, padahal nama di akun dompet digitalnya berinisial HB.

Namun, secara umum keterangan Iwan bisa menjadi gambaran bahwa modus penipuan scam call ternyata masih ada di Tanah Air, bahkan bisa menjerat pengguna berbagai aplikasi digital sebagai korban.

Peringatan Telkomsel

Telkomsel dalam laman resminya sebenarnya sempat memberikan peringatan pada medio Oktober 2022 bahwa kerap terjadi penipuan berkedok penawaran program gratis atau hadiah menarik yang mencatut nama karyawannya.

Ciri-ciri penipuan biasanya menggunakan nomor cantik dari luar negeri, menggunakan logo Telkomsel sebagai foto profil, menawarkan program gratis atau menang undian, serta merayu korban untuk memberikan OTP.

Telkomsel pun mengimbau pelanggan jangan sampai mudah tergiur penawaran menarik, meyakinkan diri bahwa OTP bersifat rahasia dan tidak boleh dibagikan kepada siapa pun, serta memahami bahwa Telkomsel tidak pernah memungut biaya terkait program hadiah maupun penukaran poin.

"Catat! Telkomsel nggak pernah memungut biaya apapun terkait dengan penerimaan hadiah atau penukaran Poin. Penukaran Poin hanya dilakukan melalui channel resmi Telkomsel," tulis Telkomsel dalam laman resminya.

Apabila mengalami atau menemukan kasus penipuan, pelanggan dapat menghubungi layanan pengaduan melalui SMS ke 1166 dengan format: PENIPUAN#NOMOR PENIPU#ISI SMS PENIPUAN, di mana layanan ini bebas pulsa alias tidak dikenakan biaya.

Pada akhirnya, jangan sampai bernasib seperti saya!


Penulis : Aziz Rahardyan

Editor   : Wahyu Arifin

MORE  STORIES

Teknologi Digital dan Solusi Perubahan Iklim

Teknologi digital bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi atau meminimalisir dampak perubahan iklim

Context.id | 01-03-2024

Ketika Raksasa OTT Saling Klaim Istilah Local Pride

Platform over the top (OTT) konten video streaming saling bersaing menguasai pasar Indonesia, salah satunya dengan embel-embel konten lokal.

Noviarizal Fernandez | 01-03-2024

Tolak Usul Prancis, Anggota NATO Enggan Masuk Wilayah Ukraina

Usulan Presiden Prancis agar pasukan NATO memasuki wilayah Ukraina untuk ikut memerangi Rusia mendapat penolakan keras dari negara-negara anggota ...

Context.id | 29-02-2024

Kans Indonesia Gabung Klub Negara Maju

Indonesia masih punya waktu 2-3 tahun untuk menyelesaikan proses menjadi anggota OECD

Context.id | 29-02-2024