Stories - 21 August 2023

Selera Lidah Presiden Indonesia

Soal makanan, setiap Presiden memiliki seleranya sendiri. Ada yang memang berbau unsur politik, tapi ada juga karena asal usul daerah presiden itu


Bung Karno sedang sarapan pagi th. 1944 didampingi Ny. Fatmawati Soekarno di rumah Jl. Pegangsaan Timur 56 Jakarta/ Perpustakaan Nasional RI

Context.id, JAKARTA - Bukan hanya warga biasa yang memiliki makanan favorit atau kesukaan. Presiden juga punya makanan atau masakan favoritnya. Biasanya makanan atau minuman kesukaan mereka dihidangkan saat acara-acara kenegaraan atau makan sehari-hari di istana. 

Presiden Soekarno atau Bung Karno misalnya, dikenal sangat menyukai sayur lodeh berbahan baku rebung yang ditemani irisan tempe. Selain itu, Bung Karno juga pernah menciptakan minuman bertema nasionalis, yakni kolang kaling merah dengan serutan kelapa muda yang berwarna putih. 

Minuman yang dinamakan Sang Saka ini menggambarkan merah putihnya Indonesia, sehingga disebut sebagai minuman nasionalis. Terkadang, selain kolang kaling, seringkali juga dipadukan dengan delima merah. 

Hal itu diungkapkan Agus Dermawan T, pengamat kebudayaan dalam bukunya Dari Lorong-lorong Istana Presiden. Tak jauh berbeda dengan Soekarno, Presiden Soeharto kata Agus juga menyukai tempe dan tahu serta sayur pakis yang diwarisinya dari Presiden Soekarno. 

Sedangkan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menyukai soto dan sop ayam yang menurutnya sangat Indonesia, karena hampir di semua daerah memiliki soto atau sop dengan tampilan dan cita rasa yang khas. 

Sebagai sesama orang Jawa Timur, selera Presiden SBY juga tidak berbeda dengan Gus Dur. SBY juga sangat menyukai soto ayam. Sedikit unik dan berbeda dengan yang lainnya, Presiden BJ Habibie sangat gemar sekali dengan ikan, terutama sop ikan ala Sulawesi, kampung halamannya. 

Lalu apa kesukaan mantan Presiden Megawati? Kabarnya, seperti dikutip dari bisnis.com, Megawati yang dikenal intim dengan masyarakat Bali sangat menyukai ikan bakar khas Gianyar dan juga Iga Bakar di Kawasan Batu Bulan Gianyar Bali. Selain itu, Ketum PDI Perjuangan ini juga menyukai Bakmi Jawa dan Gado-Gado, makanan yang berisi campuran sayur rebus dan irisan telur rebus yang disiram saus kacang.

Nah, jika Presiden Jokowi? Bisnis.com pernah menulis soal tempat makan favorit Jokowi ketika sedang melakukan blusukan waktu dia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sepertinya sewaktu menjabat sebagai presiden saat ini, Jokowi juga masih menyukai makanan ini. 

Saat sering blusukan, daerah Jakarta Utara merupakan tempat favorit bagi Jokowi buat melakukan wisata kuliner. Misalnya Restoran khas masakan minang Padang Baru di Kompleks Griya Inti Sentosa, Sunter Agung. Di restoran ini gulai kakap dan burung punai goreng menjadi menu favorit Presiden Jokowi. 

Sementara untuk kuliner Seafood, biasanya Jokowi sering mengunjungi Warung Seafood Wiro Sableng 212 di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di tempat ini, Jokowi punya menu andalan, yaitu kerang bumbu saus padang, cumi bakar dan gurame goreng kipas. 

Begitulah, selera lidah para presiden RI sama seperti pada umumnya masyarakat Indonesia, cinta dengan makanan khas Nusantara yang sangat memiliki cita rasa lokal.


Penulis : Context.id

Editor   : Wahyu Arifin

MORE  STORIES

Sederet Menteri Jokowi yang Gemar Olahraga

Di tengah kesibukannya, menteri-menteri kabinet Jokowi nyatanya banyak gemar berolahraga juga

Ririn oktaviani | 23-02-2024

Pendiri WikiLeaks Julian Assange akan Diekstradisi?

Pemerintah AS dan juga warga dunia menunggu langkah selanjutnya Pemerintah Inggris, apakah akan mengekstradisi Julian Assange atau tidak.

Context.id | 23-02-2024

Tuntut Perbaikan Upah, Dokter di Korsel Mogok Kerja

Unjuk rasa ini menjadi salah satu aksi mogok kerja terbesar dalam sejarah Korea Selatan. Negeri Gingseng ini sering diwarnai unjuk rasa gerakan ...

Context.id | 23-02-2024

Pemerintah Adakan Program Doktor Terapan di Perguruan Tinggi Vokasi

Program doktor terapan membuat pendidikan vokasi mempunyai jenjang pendidikan yang lengkap, mulai dari diploma, sarjana, magister hingga doktor.

Context.id | 22-02-2024