Stories - 10 August 2023

GIIAS dan Potret Kemajuan Industri Otomotif Nasional

GIIAS menjadi barometer pencapaian industri otomotif Indonesia yang punya kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional


Menko Perekonomian Airlangga Hartanto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meninjau salah satu stan di acara GIIAS 2023/ JIBI/ Eusebio

Context.id, JAKARTA - Gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2023 kembali digelar. Pameran otomotif ini akan berlangsung selama 11 hari, mulai dari pembukaan yang berlangsung Kamis (10/8/2023) dan akan berakhir pada Minggu (20/8/2023)

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita membuka acara yang digelar di ICE BSD, Tangerang ini. Selain kedua menteri tersebut, hadir juga Pj Gubernur Banten Al Muktabar, Anggota Wantimpres Gandi Sulistiyanto, Ketua Gaikindo Yohannes Nangoi dan Ketua Pameran GIIAS Rizwan Alamsyah. 

Sebagai informasi, GIIAS 2023 diramaikan 49 merek otomotif sebagai peserta. Untuk mobil penumpang ada Audi, BMW, Citroen, Daihatsu, Honda, Hyundai, KIA, Lexus, Mazda, Mercedes-Benz, Mini, Mitsubishi Motors, Nissan, Porsche, Subaru, Suzuki, Toyota, Volkswagen, Volvo, Chery, DFSK, Wuling, Seres, dan MG.

Kemudian ada juga lima merek China yang hendak memulai debutnya melalui GIIAS 2023, yakni Great Wall Motor yang membawahi merek Tank, Haval, dan Ora serta ada juga Neta dan Maxus. Selain itu ada juga lima merek dari kendaraan komersial yakni Hino, Isuzu, Mitsubishi Fuso, Toyota Komersial, UD Trucks.

Lalu ada 15 merek kendaraan roda dua yang bakal turut serta yakni Alva, Aprilia, Astra Honda Motor, Benelli, Exotic, Harley-Davidson, Ion Mobility, Keeway, Motoguzzi, Pacific, Piaggio, Polytron, Royal Enfield, Segway, dan Vespa.

Airlangga saat membuka GIIAS 2023 mengatakan industri otomotif sangat penting untuk menopang perekonomian Indonesia. Data pertumbuhan industri pengolahan yang tumbuh 4,88 persen pada triwulan II-2023 dengan industri manufaktur menjadi kontributor utamanya. Selain itu, ekspor produk kendaraan utuh (CBU) rata-rata meningkat sekitar 25 persen secara tahunan periode Januari-Juni 2023.

Saat ini Indonesia merupakan negara dengan produksi kendaraan bermotor terbanyak ke-11 di dunia. Terdapat 21 perusahaan yang memproduksi hingga 1,6 juta unit kendaraan bermotor di Indonesia.  Pemerintah berambisi untuk terus mendorong pertumbuhan sektor otomotif agar naik peringkat di 10 besar. Pemerintah juga mendorong ekspor produk otomotif.  

Melalui GIIAS 2023 ini, Airlangga berharap jumlah transaksi selama pameran bisa lebih besar dari tahun lalu. Tahun lalu transaksinya sampai Rp 14.3 triliun dengan unit terjual 25.000 unit lebih. Tahun ini harusnya lebih karena slogannya saja 'The Future is Now', kata Airlangga.

Pada kesempatan yang sama, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi pencapaian industri otomotif Indonesia yang telah memberikan kontribusi signifikan serta telah mendorong sektor otomotif Indonesia ke level baru. Pemerintah juga berusaha untuk terus menarik investor agar berinvestasi di sektor otomotif ini. 

Misalnya untuk mengembangkan produksi kendaraan listrik, pemerintah membuka kesempatan bagi perusahaan mana pun untuk mulai berinvestasi. Seperti misalnya Mitsubishi Motor Corporation, produsen otomotif asal Jepang yang menargetkan realisasi penanaman modalnya di Indonesia sebesar Rp 12,3 triliun.


Penulis : Noviarizal Fernandez

Editor   : Wahyu Arifin

MORE  STORIES

Teknologi Digital dan Solusi Perubahan Iklim

Teknologi digital bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi atau meminimalisir dampak perubahan iklim

Context.id | 01-03-2024

Ketika Raksasa OTT Saling Klaim Istilah Local Pride

Platform over the top (OTT) konten video streaming saling bersaing menguasai pasar Indonesia, salah satunya dengan embel-embel konten lokal.

Noviarizal Fernandez | 01-03-2024

Tolak Usul Prancis, Anggota NATO Enggan Masuk Wilayah Ukraina

Usulan Presiden Prancis agar pasukan NATO memasuki wilayah Ukraina untuk ikut memerangi Rusia mendapat penolakan keras dari negara-negara anggota ...

Context.id | 29-02-2024

Kans Indonesia Gabung Klub Negara Maju

Indonesia masih punya waktu 2-3 tahun untuk menyelesaikan proses menjadi anggota OECD

Context.id | 29-02-2024