Share

Home Unfold

Unfold 23 September 2024

Sudah Era EV, Kenapa Harga Litium Malah Anjlok?

Di tengah maraknya tren mobil listrik dunia mengapa litium yang menjadi material penting malah turun harganya?

Ilustrasi baterai EV/Rizki Ghozali-Context

Context.id, JAKARTA - Logam perak lunak ini sempat dijuluki emas putih. Bukan hanya karena warnanya putih, tapi karena logam ini sangat bermanfaat bahkan jadi salah satu unsur penting komponen baterai kendaraan listrik atau EV.

Ya, litium ini jadi materian penting untuk ponsel dan mobil listrik. Masalahnya, sejak Maret 2023, harga litium anjlok hingga lebih dari 80 persen. Padahal, pada November 2022 lalu, Litium pernah mencapai US$81.360 per ton.

Di September ini 2024 saja, harga litium karbonat dan litium hidroksida turun di bawah US$11.000 per ton. Ini level terendah dalam tiga tahun terakhir.

Untuk membendung penurunan harga yang tajam, pabrik litium di Cina menghentikan setengah produksinya. 

Sementara Volkswagen mengumumkan penutupan pabrik kendaraan listrik Audinya di Brussel, Belgia.  Kenapa hal ini bisa terjadi di tengah  maraknya tren mobil listrik di dunia? Dan, apakah litium akan booming lagi? 



Masalahnya, tren mobil listrik lagi booming di negara-negara Asia. Tapi di Eropa, China dan Amerika Serikat industri EV sedang mengalami perlambatan.

Bahkan produsen mobil ternama kayak Ford Motor, General Motors (GM), hingga Mercedes-Benz memutuskan untuk mengurangi produksi mobil listriknya.

Selain karena semakin banyaknya pilihan mobil, saat ini pasar EV juga melekat dengan konflik geopolitik. Misalnya, Amerika Serikat menerapkan tarif border tax sebesar 100% untuk EV buatan China, begitu juga dengan Uni Eropa.

Belum lagi di China itu sendiri, adanya penghapusan subsidi kendaraan listrik membuat penjualan EV terus melemah. 

Jadi di satu sisi itium diproduksi secara masif, tapi di sisi lain permintaannya malah melambat. Hal ini membuat pasokan litium oversupply, dan membuat harganya anjlok!



Penulis : Naufal Jauhar Nazhif

Editor   : Wahyu Arifin

Home Unfold

Unfold 23 September 2024

Sudah Era EV, Kenapa Harga Litium Malah Anjlok?

Di tengah maraknya tren mobil listrik dunia mengapa litium yang menjadi material penting malah turun harganya?

Ilustrasi baterai EV/Rizki Ghozali-Context

Context.id, JAKARTA - Logam perak lunak ini sempat dijuluki emas putih. Bukan hanya karena warnanya putih, tapi karena logam ini sangat bermanfaat bahkan jadi salah satu unsur penting komponen baterai kendaraan listrik atau EV.

Ya, litium ini jadi materian penting untuk ponsel dan mobil listrik. Masalahnya, sejak Maret 2023, harga litium anjlok hingga lebih dari 80 persen. Padahal, pada November 2022 lalu, Litium pernah mencapai US$81.360 per ton.

Di September ini 2024 saja, harga litium karbonat dan litium hidroksida turun di bawah US$11.000 per ton. Ini level terendah dalam tiga tahun terakhir.

Untuk membendung penurunan harga yang tajam, pabrik litium di Cina menghentikan setengah produksinya. 

Sementara Volkswagen mengumumkan penutupan pabrik kendaraan listrik Audinya di Brussel, Belgia.  Kenapa hal ini bisa terjadi di tengah  maraknya tren mobil listrik di dunia? Dan, apakah litium akan booming lagi? 



Masalahnya, tren mobil listrik lagi booming di negara-negara Asia. Tapi di Eropa, China dan Amerika Serikat industri EV sedang mengalami perlambatan.

Bahkan produsen mobil ternama kayak Ford Motor, General Motors (GM), hingga Mercedes-Benz memutuskan untuk mengurangi produksi mobil listriknya.

Selain karena semakin banyaknya pilihan mobil, saat ini pasar EV juga melekat dengan konflik geopolitik. Misalnya, Amerika Serikat menerapkan tarif border tax sebesar 100% untuk EV buatan China, begitu juga dengan Uni Eropa.

Belum lagi di China itu sendiri, adanya penghapusan subsidi kendaraan listrik membuat penjualan EV terus melemah. 

Jadi di satu sisi itium diproduksi secara masif, tapi di sisi lain permintaannya malah melambat. Hal ini membuat pasokan litium oversupply, dan membuat harganya anjlok!



Penulis : Naufal Jauhar Nazhif

Editor   : Wahyu Arifin


RELATED ARTICLES

Hari Perempuan Internasional Berawal dari Perjuangan Buruh!

Tanggal 8 Maret ditetapkan sebagai Hari Perempuan Internasional. Kok bisa? Sepenting apa sampai dijadikan hari spesial?

Renita Sukma . 14 March 2025

Mengenal Kepulauan Cocos: Dekat ke Indonesia, Tapi Milik Australia

Masyarakat Kepulauan Cocos di Australia merupakan Melayu Muslim dari Nusantara yang dulu dibawa oleh saudagar di era kolonial

Naufal Jauhar Nazhif . 12 March 2025

Viral #KaburAjaDulu, Bentuk Frustrasi Atas Masa Depan Indonesia?

Ada ketidakpuasan terhadap kondisi ekonomi, kualitas hidup yang menurun dan kebijakan pemerintah Indonesia yang dianggap kurang memadai

Context.id . 24 February 2025

Efisiensi Ala Vietnam: Pangkas Kementerian-Lembaga, Hemat Triliunan

Vietnam menargetkan penghematan anggaran hingga Rp72,5 triliun dalam lima tahun ke depan

Naufal Jauhar Nazhif . 19 February 2025